Ketika tak ada alasan lagi untuk iri
Ketika tak ada alasan lagi untukku iri terhadap orang lain. Si A yang kini sedang beruntung mendapat beasiswa kedokteran, aku tak perlu iri. Karena hidupnya sebelum itu jauh lebih berat nan menyakitkan. Mungkin aku sendiri pun tidak sanggup jika harus menggantikannya. Aku puas dengan kasih sayang kedua orang tuaku, tapi mungkin dia hanya bisa berbalas pesan dengan keduanya. Bahkan orang tuanya tak lagi bersama. Yang harus digantikan dengan sosok tulang punggung yang baru. Si B yang kini menjalani study sebagai tenaga medis. Hidupnya pun tak semulus diriku. Sama cerita, kedua orang tuanya berpisah. Sang ibu tak lagi bersamanya. Dan ayahnya telah berpulang. Dan aku mungkin juga masih tidak akan sanggup berdiri disana. Si C mendapatkan kampus favorit di kota semarang. Apa yang harus ku irikan, ketika melihat spion, ia pernah pula merasakan broken home. Gadis belia yang harus merasakan dan melihat bagaimana ketidak rukunan orang tuanya. Dan banyak kisa...