Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Kepala vs bokong

  Ini pengalaman tarawih pertama saya di hari ke-3 bulan Ramadhan tahun ini.   Jadi, Saya sholat berjamaah di salah satu mushola sekitar rumah dan berada di shaf paling belakang (menurut saya. Karena untuk satu shaf lagi sepertinya sudah tidak muat. Yah walaupun masih ada renggang sedikit tapi ada tumpukan kursi. Jadi, yaaah bisa dibayangkan lah).   Kemudian, datanglah seorang nenek. Beliau berada di belakang shaf saya dan berada di ujung. Yup di depan tumpukan kursi dengan renggang yang hanya seupil tadi.  Di depan nenek tadi ada tetangga saya, namanya Mbak Eni. Disamping kiri Mbak Eni ada saya dan jamaah lain. Sebetulnya, Saya udah bilang ke nenek itu, oke, namanya Mbah Jeprik, " mbah, njenengan ngajeng mriku, mengke damel sujud mboten cekap"  (Mbah, Anda kedepan situ, nanti buat sujud nggak cukup). Tapi beliaunya ngeyel. Beliau bilang, "wis ora popo. Ning kene wae"  (sudah tidak apa-apa. Disini saja).   Karena sudah qomat, jamaah pun sholat. Diaw...

Pertanyaan horor lulusan SMA

Well, blog ini dibuat untuk sekedar curhat. Dan mungkin, orang diluar sana pun memiliki pengalaman sama.   Sebagaimana seorang remaja yang baru lulus SMA, kelabilan itu pasti terjadi. Mulai dari urusan asmara hingga "lanjut kemana setelah ini?"   Kita bahas tentang bagaimana menghadapi pertanyaan-pertanyaan "lanjut dimana?"   Jadi, jika para orang tua bertanya ke kakak Saya dengan pertanyaan horor "kapan nikah?" Atau yang lebih parah "itu udah pantes gendong anak, kapan punya sendiri?" Saya pun diberondong pertanyaan horor. Bukan. Bukan tanya tentang "kapan nikah"  tapi tentang pertanyaan "lanjut kemana setelah ini?"  Pertanyaan itu udah kayak pertanyaan wajib para sesepuh ketika kita berjumpa dengan mereka. Menyebalkan? Memang. Sangat.   Seakan mereka harus tahu kemana kita melangkah. Yaaah walaupun sebenarnya Saya tahu itu hanya basa-basi saja.   Jadi, Saya adalah satu diantara sekian banyak teman-teman saya yang lulus ...