Postingan

Pengalaman cabut kuku

  Hari itu tepatnya hari Jumat, aku main2 lah ke rumah bibi. Singkat cerita, di sana aku nyuci motor. Waktu nyuci motor dan mau geser2 tuh motor, dibantu ibuku. Diangkatnya motor itu daaan jleb, bannya ngenai jempol kaki kananku. Sakitnya gak seberapa, setelah ku lihat ternyata langsung biru, hampir copot, dan of course blooding. Wah panik dong, yg tadinya gak terlalu kerasa sakitnya, ini malah jadi cenut2 liat darah.   Abis itu, pandangan langsung kunang2, burek, untung gak sampe pingsan sih. Alhamdulillah. Terus kepala kek ada yg masuk dari kiri ke kanan, senuuuutt, gitu. Gak pusing, tapi sakit. Gak terlalu sakit sih, dan itu juga cuma sebentar. Duduklah aku disitu. Ibu sudah panik sendiri karena beliau ga bisa naik motor dan aku bawa 3 adik kecil2ku. Ya tadi aku bonceng 4 orang, 5 sama akunya 😂😂😂.   Ku paksakan untuk sampe rumah bibi dulu. Terus aku langsung diajak pulang ke rumahku sendiri sama ibu dan 1 adik kandung ku (Tadi yg 2 sepupu). Sa...

Wanita terhormat

  Jadilah wanita terhormat yang tidak mencintai lelaki yang dicintai sahabatmu, walaupun kamu menginginkannya, terlepas dia juga menginginkan mu atau tidak.   Jadilah wanita yang bermartabat yang mampu menghargai pertemanan dan tidak terbutakan ambisi. Karena cinta menjaga, bukan memisahkan.   Jadilah pelengkap dalam pertemanan dan penyempurna pada lelakimu. Karena kau wanita, jadilah mulia.

Falsafah jawa

  Udira akarya kaswareng jagad.   Rumangsa melu handarbeni, wajib melu hanggondheli (hangrungkebi), mulat sarira hangrasa wani.

Selembar kain di matamu

  Begini, tentang rasa ini, tak usah kau pertegas. Aku tau sajak tak mungkin mewakili sebuah tujuan. Merpati tak mampu menuntun ke jalan impian.  Bagaimana jika ini diakhiri saja? Bukan, bukan untuk saling jauh atau apalah, tapi untuk bertanya, pantaskah? Pantaskah semua diperjuangkan? Atau kau mau mengadu pada seseorang dan kemudian menyalahkan keadaan untuk setiap hal yang bahkan sebenarnya hanya dalam lamunanmu semata. Jujur saja, jalan ini sebenranya terang, tapi seikat kain yang kau belit di matamu itu membuatmu berjalan tergupuh gupuh dan terkadang menabrak benda di sekitarmu. Tak sadarkah engkau bahwa kainmu itu sumber penderitaanku pula. Kau tak mampu melihatku yang berdiri tepat di depanmu. Aku yang menuntunmu menuju terangmu, menemanimu melewati liku, mencegahmu tersandung dan membiarian kakiku terluka karenanya, memberikan sandalku untuk kau pakai agar tak semakin tertatih kau berjalan dalam "kebutaan"mu, membiarkan kakiku telanjang tertempa dingin kerikil malam da...

Kutipan dari sebuah buku

We often hear, but do not listen we look, but do not care to see and touch, but do not need to feel. So the beauty of our world just passes us by without ever noticing. We do not even know what we are missing, for our life is filled with noises of our daily struggles. To chase after our ambition, or lust for perfect happiness. Only when we start listening Caring to see and feel through our mind's eye that a new world emerges under our every feet with all its glorious marvels, and the hope of a more fulfilled life. It is a living world of passion throbbing with the spirit of joy. But here, we're just observers, to journey through and enjoy its bounty. Taking only what we need for there's plenty to share. And leaving nothing behind but our fleeting memories. Although real, it is often a vision beyond our earthbound perception. But it is a tangible and reachable world for it resides within and around us. All we need to do is just to open our hearts, to feel and en...

Happy wedding

Perasaan baru kemarin kita lari2an ke sawah mengejar layangan putus. Perasaan baru kemarin kita berebut kelereng, ketapel, sampai mainan tamiya di arena punya temanmu. Perasaan baru kemarin kau membohongiku, kaos kaki yang kau gulung di dalam tasmu kau bilang itu donat dan menyuruhku menutup mata lantas kau suapiku dengan 'donat' itu. Perasaan baru kemarin kau pentas pantomime di SD dan aku duduk di bangku penonton lantas tertidur. Perasaan baru kemarin aku menangis karena kursi kesayanganku kau jadikan gawang lalu ketika kau tendang bolanya, kursi itu langsung patah tak berbentuk. Ya, kursi pun kita couple-an. Punyamu biru, punyaku merah, berbentuk hello kitty. Unch unyu. Perasaan baru kemarin kau memberiku julukan 'palek' alias ipa elek dan ku balas dengan 'kolek' alias iko elek. Ah. KEMARIN. Ternyata 'kemarin' telah berubah begitu cepat. Merubahmu menjadi sosok yang jauh lebih dewasa. Sosok yang sebentar lagi akan 'meninggalkan' keluarga...

Atas kehendak-Nya

  Kau dan dia tidak akan pernah bertemu. Kecuali karena-Nya. Yakinkan hatimu, tetaplah pada tujuan dan keistiqomahanmu. Tak perlu gelisah dan resah. Karena keresahan asalnya darimu sendiri. Dan pemilik ketenangan ialah Dia yang menciptakan.   Kau ini bagaikan sebutir pasir di gurun. Kau mungkin tak terlihat diantara yang lain, namun Dia maha melihat. Dia yang mengatur segalanya. Dia yang berhak mengujimu, bukan kau yang menguji-Nya. Tuhan berhak menempatkanmu dimanapun. Berpindah atau bahkan terbang terterpa angin. Tuhan berhak menerbangkanmu dengan angin apapun yang Dia mau. Bahkan dengan angin badai sekalipun. Tuhan juga berhak menjatuhkanmu dimanapun itu. Yang lantas menjadi pelajaran bagimu bagaimana untuk survive.   Hidup ini sudah diatur. Dan ada yang Maha pengatur. Tak perlu kau risau. Yakinlah itu dan hatimu akan tenang. Tenang karena kau selalu punya sandaran. Dia yang tak pernah tidur tidak akan membiarkanmu resah jika kau hanya mengadu kepada-Nya. Adukan saja...