Happy wedding

Perasaan baru kemarin kita lari2an ke sawah mengejar layangan putus.
Perasaan baru kemarin kita berebut kelereng, ketapel, sampai mainan tamiya di arena punya temanmu.
Perasaan baru kemarin kau membohongiku, kaos kaki yang kau gulung di dalam tasmu kau bilang itu donat dan menyuruhku menutup mata lantas kau suapiku dengan 'donat' itu.
Perasaan baru kemarin kau pentas pantomime di SD dan aku duduk di bangku penonton lantas tertidur.
Perasaan baru kemarin aku menangis karena kursi kesayanganku kau jadikan gawang lalu ketika kau tendang bolanya, kursi itu langsung patah tak berbentuk. Ya, kursi pun kita couple-an. Punyamu biru, punyaku merah, berbentuk hello kitty. Unch unyu.
Perasaan baru kemarin kau memberiku julukan 'palek' alias ipa elek dan ku balas dengan 'kolek' alias iko elek.
Ah. KEMARIN. Ternyata 'kemarin' telah berubah begitu cepat. Merubahmu menjadi sosok yang jauh lebih dewasa. Sosok yang sebentar lagi akan 'meninggalkan' keluarga untuk membentuk keluarga baru bersama ia yang akan kau sebut Istri.
Kemarin telah merubahmu, yang dulu diimami, kini kau lah yang akan menjadi imam untuk keluargamu.
Kemarin kau memanggil Ayah, tapi sebentar lagi kau yang akan dipanggil 'ayah'.
Kemarin seakan hanya masalah waktu. Tapi tidak. Semua lebih complicated yang tidak mudah dipahami melalui tulisan.
Semoga 'kemarin' memberimu pelajaran jika kau yang akan berubah menjadi orang tua.
Selamat menempuh hidup baru. Doa sakinah mawadah warahmah tak pernah tertinggal di penghujung sholatku.
Sincerely
Your naughty sister

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman cabut kuku

Atas kehendak-Nya