This blog is a result from my brain who gave birth a few words and suppose me to write it down in the sentences. You know, i just his slave. Enjoy for reading.
Hari itu tepatnya hari Jumat, aku main2 lah ke rumah bibi. Singkat cerita, di sana aku nyuci motor. Waktu nyuci motor dan mau geser2 tuh motor, dibantu ibuku. Diangkatnya motor itu daaan jleb, bannya ngenai jempol kaki kananku. Sakitnya gak seberapa, setelah ku lihat ternyata langsung biru, hampir copot, dan of course blooding. Wah panik dong, yg tadinya gak terlalu kerasa sakitnya, ini malah jadi cenut2 liat darah. Abis itu, pandangan langsung kunang2, burek, untung gak sampe pingsan sih. Alhamdulillah. Terus kepala kek ada yg masuk dari kiri ke kanan, senuuuutt, gitu. Gak pusing, tapi sakit. Gak terlalu sakit sih, dan itu juga cuma sebentar. Duduklah aku disitu. Ibu sudah panik sendiri karena beliau ga bisa naik motor dan aku bawa 3 adik kecil2ku. Ya tadi aku bonceng 4 orang, 5 sama akunya 😂😂😂. Ku paksakan untuk sampe rumah bibi dulu. Terus aku langsung diajak pulang ke rumahku sendiri sama ibu dan 1 adik kandung ku (Tadi yg 2 sepupu). Sa...
Kau dan dia tidak akan pernah bertemu. Kecuali karena-Nya. Yakinkan hatimu, tetaplah pada tujuan dan keistiqomahanmu. Tak perlu gelisah dan resah. Karena keresahan asalnya darimu sendiri. Dan pemilik ketenangan ialah Dia yang menciptakan. Kau ini bagaikan sebutir pasir di gurun. Kau mungkin tak terlihat diantara yang lain, namun Dia maha melihat. Dia yang mengatur segalanya. Dia yang berhak mengujimu, bukan kau yang menguji-Nya. Tuhan berhak menempatkanmu dimanapun. Berpindah atau bahkan terbang terterpa angin. Tuhan berhak menerbangkanmu dengan angin apapun yang Dia mau. Bahkan dengan angin badai sekalipun. Tuhan juga berhak menjatuhkanmu dimanapun itu. Yang lantas menjadi pelajaran bagimu bagaimana untuk survive. Hidup ini sudah diatur. Dan ada yang Maha pengatur. Tak perlu kau risau. Yakinlah itu dan hatimu akan tenang. Tenang karena kau selalu punya sandaran. Dia yang tak pernah tidur tidak akan membiarkanmu resah jika kau hanya mengadu kepada-Nya. Adukan saja...
Perasaan baru kemarin kita lari2an ke sawah mengejar layangan putus. Perasaan baru kemarin kita berebut kelereng, ketapel, sampai mainan tamiya di arena punya temanmu. Perasaan baru kemarin kau membohongiku, kaos kaki yang kau gulung di dalam tasmu kau bilang itu donat dan menyuruhku menutup mata lantas kau suapiku dengan 'donat' itu. Perasaan baru kemarin kau pentas pantomime di SD dan aku duduk di bangku penonton lantas tertidur. Perasaan baru kemarin aku menangis karena kursi kesayanganku kau jadikan gawang lalu ketika kau tendang bolanya, kursi itu langsung patah tak berbentuk. Ya, kursi pun kita couple-an. Punyamu biru, punyaku merah, berbentuk hello kitty. Unch unyu. Perasaan baru kemarin kau memberiku julukan 'palek' alias ipa elek dan ku balas dengan 'kolek' alias iko elek. Ah. KEMARIN. Ternyata 'kemarin' telah berubah begitu cepat. Merubahmu menjadi sosok yang jauh lebih dewasa. Sosok yang sebentar lagi akan 'meninggalkan' keluarga...
Komentar
Posting Komentar